<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS Univerasitas Andi Sudirman</title> 
				<description>Universitas Andi Sudirman telah meluluskan ribuan mahasiswa yang telah mendedikasikan dirinya diberbagai Instansi baik Negeri maupun Swasta </description>
				<link>https://uniasman.ac.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Program Studi (S1) Biologi</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/program-studi-s1-biologi</link>
						                <description>Program Studi (S1) Biologi mendapatkan akreditasi dan memenuhi syarat peringkat "BAIK" yang di terbitkan oleh LEMBAGA AKREDITASI MANDIRI SAINS DAN ILMU FORMAL (LAMSAMA) berdasarkan keputusan LAMSAMA Nomor : 048 / SK / LAMSAMA / Akred / S / III / 2026, sertifikat akreditasi program studi ini berlaku 5 (lima) tahun sejak tanggal 03 Maret 2026 sampai dengan 02 Maret 2031.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Ketua Yayasan Andi Sudirman Diapresiasi sebagai Tokoh Non Pendidik Peduli Pendidikan</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/ketua-yayasan-andi-sudirman-diapresiasi-sebagai-tokoh-non-pendidik-peduli-pendidikan</link>
						                <description>  Komitmen dan kepedulian terhadap dunia pendidikan kembali mengantarkan Ketua Yayasan Andi Sudirman, Dr. Andi Sudirman, SH., M.H., M.Si, meraih penghargaan bergengsi dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sultan Batara. Ia diganjar LLDIKTI IX Award sebagai Tokoh Non Pendidik yang Peduli Pendidikan, sebuah kategori yang hanya diberikan kepada figur-figur dengan kontribusi nyata dan berkelanjutan.

Dari ratusan yayasan perguruan tinggi yang berada di bawah naungan LLDIKTI Wilayah IX, hanya tiga Ketua Yayasan yang terpilih menerima penghargaan tersebut. Salah satunya adalah Yayasan Andi Sudirman, sebuah capaian yang mencerminkan dedikasi luar biasa dalam membangun dan memajukan pendidikan tinggi.

Penghargaan ini diterima langsung oleh Ibu Pembina Yayasan Kampus Universitas Andi Sudirman, Andi Harni, S.ST., M.H., pada malam puncak LLDIKTI IX Award, Sabtu, 20 Desember 2025, bertempat di Dian Auditorium Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ciputra Makassar, kawasan CitraLand City CPI, Jalan Sunset Boulevard, Kota Makassar.

LLDIKTI IX Award sendiri merupakan ajang apresiasi resmi yang diselenggarakan setiap tahun oleh LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara. Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan kepada perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, serta mitra strategis yang dinilai memiliki kinerja unggul dan kontribusi signifikan dalam pengembangan pendidikan tinggi.

Andi Harni mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut tidak terlepas dari keteguhan dan kepedulian Ketua Yayasan Andi Sudirman Dr. Andi Sudirman, SH., M.H., M.Si terhadap dunia pendidikan. Perjalanan membangun kampus, kata dia, bukanlah proses yang mudah.

“Awalnya kampus ini berdiri dengan segala keterbatasan, bahkan tanpa gedung dan sarana prasarana yang memadai. Namun berkat komitmen dan kepedulian Ketua Yayasan, Universitas Andi Sudirman kini memiliki gedung sendiri dan terus berkembang,” ungkapnya.

Universitas Andi Sudirman yang dulunya bernama Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Pengayoman Watampone hanya memiliki tiga program studi, yakni Prodi Ilmu Hukum, D3 Keperawatan, dan D3 Kebidanan. Seiring waktu dan visi besar pengelolanya, kampus ini terus bertransformasi.

Kini, Universitas Andi Sudirman telah memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Hukum dan Politik yang menaungi Prodi Ilmu Hukum dan Ilmu Politik, serta Fakultas Sains dan Kesehatan yang mencakup Prodi D3 Keperawatan, D3 Kebidanan, S1 Administrasi Kesehatan, S1 Biologi, dan S1 Agrotekologi.

Perkembangan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak selalu harus datang dari kalangan akademisi semata, tetapi juga dari tokoh non pendidik yang memiliki visi dan keberpihakan terhadap masa depan generasi muda.

“Kita berharap Universitas Andi Sudirman terus berkembang, mengalami kemajuan, dan selalu eksis dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” tutup Andi Harni penuh harap.
</description>
					                </item><item>
						                <title>UNIASMAN Hadir di Festival Literasi Bone, Tampilkan Inovasi Mahasiswa hingga Layanan Kesehatan</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/uniasman-hadir-di-festival-literasi-bone-tampilkan-inovasi-mahasiswa-hingga-layanan-kesehatan</link>
						                <description>Kampus Universitas Andi Sudirman (Uniasman) kembali menunjukkan komitmen besarnya dalam mendukung penguatan literasi dan inovasi daerah Rabu,, 10 Desember 2025. Pada Festival Literasi Kabupaten Bone Tahun 2025 yang resmi digelar di Lapangan Epicentrum Bone, Uniasman tampil sebagai salah satu peserta dengan sajian pameran yang paling menarik perhatian pengunjung.

Dalam stand pamerannya, Uniasman menghadirkan berbagai produk kreatif karya mahasiswa. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah kursi hasil daur ulang barang bekas—simbol kreativitas mahasiswa dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai guna. Selain itu, kampus juga menampilkan sejumlah buku pembelajaran yang menjadi referensi utama mahasiswa, sekaligus memperlihatkan kualitas dan keberagaman literatur akademik yang digunakan di lingkungan kampus.

Tidak hanya memamerkan karya, Uniasman juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Stand mereka menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan tekanan darah hingga pengukuran tensi. Kehadiran layanan ini membuat stand Uniasman selalu ramai dikunjungi, terutama oleh masyarakat yang ingin memanfaatkan kesempatan untuk melakukan pengecekan kesehatan.

Pada saat pembukaan festival, Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, MM, bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Bone menyempatkan diri mengunjungi stand Uniasman. Kedatangannya disambut antusias oleh jajaran kampus.

Wakil Bupati Bone tampak mengapresiasi kreativitas mahasiswa, khususnya inovasi pengolahan barang bekas menjadi produk bernilai. Ia juga mendorong Uniasman untuk membangun sinergi lebih luas dengan pemerintah daerah.
“Uniasman sebaiknya mengajukan permohonan bantuan armada sampah agar ada kolaborasi bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan kampus,” ujarnya, memberikan dukungan sekaligus arahan yang bernilai strategis bagi pengembangan kampus.

Dekan Fakultas Politik dan Hukum Uniasman, Dr. Asia, SP., MH, menyambut langsung kunjungan tersebut. Beliau menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan Wakil Bupati, serta menjelaskan bahwa keikutsertaan Uniasman dalam festival ini merupakan langkah kampus untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat.
“Keterlibatan kami di Festival Literasi ini adalah bentuk komitmen memperkenalkan Uniasman sebagai perguruan tinggi yang memberi kesempatan luas bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan. Kami memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Sains dan Kesehatan serta Fakultas Hukum dan Politik, dengan berbagai pilihan program studi,” jelasnya.

Partisipasi Uniasman dalam Festival Literasi Bone 2025 menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi bukan hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan daerah. Dengan inovasi, pelayanan, dan keterlibatan aktif, Uniasman terus berperan memperkuat budaya literasi dan kreativitas di Bumi Arung Palakka.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Penandatanganan Kontrak Pendanaan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat tahun 2025</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/penandatanganan-kontrak-pendanaan-penelitian-dan-pengabdian-masyarakat-tahun-2025</link>
						                <description>Universitas Andi Sudirman (UNIASMAN) menggelar acara Penandatanganan Kontrak Pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemendiktisaintek tahun 2025. Penandatangan ini dilaksanakan antara  pihak Perguruan Tinggi Universitas Andi Sudirman dengan dosen Penerima Pendanaan, Senin 30 Juni 2025 bertempat di Auditorium Andi Sudirman. Adapun jumlah penerima hibah Skema PDP sebanyak Empat (4) orang dosen.

Rektor Universitas Andi Sudirman, Dr.H.Yasin,S.H.M.H dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan penghargaan atas dedikasi para dosen yang telah menyusun proposal berkualitas hingga berhasil meraih pendanaan hibah.

Sebagai bentuk simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak oleh dosen penerima hibah bersama dengan Kepala LPPM (Ns. Dewi Mulfiyanti, S.Kep.,M.Kes) dan Rektor Universitas Andi Sudirman. Melalui kegiatan ini, Universitas Andi Sudirman menegaskan komitmennya dalam mendukung program-program riset dan pengabdian yang berdampak langsung pada masyarakat. Harapannya ke depan Universitas Andi Sudirman dapat mencetak Penerima Dana Hibah Kemendiktisaintek lebih banyak lagi.

Note : cek unggahan dokumentasi pada Gallery Foto kami.
</description>
					                </item><item>
						                <title>STUDY BUDAYA  DI DESA TANAH TOA, KEC.KAJANG KAB. BULUKUMBA</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/study-budaya--di-desa-tanah-toa-keckajang-kab-bulukumba</link>
						                <description>STUDY BUDAYA

MAHASISWA SEMESTER 2 PRODI D3 KEPERAWATAN

UNIVERSITAS ANDI SUDIRMAN

DI DESA TANAH TOA, KEC.KAJANG KAB. BULUKUMBA

Dosen pengampu mata kuliah : Andi Haryati Hasrib,S.Kep,Ns,MM dan Irfan Madamang S.Kep,Ns,MM,M.Kep

Tepatnya kamis, Tanggal 1 Mei 2025 mahasiswa semester 2  prodi D3 Keperawatan Universitas Andi Sudirman melakukan study budaya pada masyarakat suku kajang sebagai bagian dari mata kuliah antropologi Kesehatan untuk mengenal budaya suku kajang yang ada hubungannya dengan Kesehatan seperti perilaku suku kajang dalam menanggapi penyakit, pengobatan tradisional, adat dan budaya suku kajang yang mempengaruhi Kesehatan.

Dalam study budaya ini, mahasiswa lebih focus pada pertanyaan adat budaya suku kajang yang berhubungan dengan Kesehatan namun mahasiswa yang lain boleh bertanya diluar dari pertanyaan  kesehatan seperti sistem pendidikan, mata pencaharian, adat istiadat. Adapun adat istiadat yang berlaku pada masyarakat suku kajang seperti yang dijelaskan narasumber adalah


	Ritual “nganro” merupakan bentuk permohonan kepada leluhur atau roh-roh nenek moyang agar diberi keselamatan dan hasil panen yang baik.
	Ritual “adingingi” dilakukan sebagai bentuk penyucian atau tolak bala untuk menghindari bencana dan penyakit.
	‘’Syukuran’’  biasanya dilakukan setelah panen atau saat memulai sesuatu yang besar seperti membangun rumah atau membuka ladang baru. Upacara-upacara ini dilakukan secara khusus ‘’pada bulan pertama’’ dalam kalender adat, yang dianggap sebagai waktu suci untuk memulai sesuatu. Mereka mempersembahkan doa untuk ‘’alam, rumah, tanah, kebun, dan sawah’’ sebagai bentuk penghormatan kepada alam yang dianggap sebagai sumber kehidupan. Dalam setiap kegiatan adat, ucapan “Assalamu’alaikum tau” digunakan sebagai bentuk salam dan penghormatan terhadap manusia dan alam semesta.


Sedangakan budaya Kesehatan yang berlaku pada masyarakat suku kajang adalah memanfaatkan tanaman yang ada di lingkungan sekitar sebagai pengobatan tradisional. Ramuan-ramuan tersebut diperoleh dari hutan adat (borong karama) yang memiliki fungsi ekologis dan spiritual. Tanaman yang digunakan tidak bisa diambil sembarangan, melainkan harus melalui izin adat atau dilakukan dengan ritual tertentu agar tidak mengganggu keseimbangan alam dan tidak menimbulkan kemarahan roh penjaga hutan. Dalam praktik pengobatan, peran dukun atau sandro sangat krusial. Sandro adalah orang yang dipercaya memiliki pengetahuan turun-temurun mengenai tanaman obat, ritual penyembuhan, serta kemampuan spiritual untuk berkomunikasi dengan roh. Mereka tidak hanya meresepkan obat, tetapi juga melakukan ritual pembersihan (assappu), doa adat, hingga baca pasang untuk mengembalikan keseimbangan pasien dengan alam dan dunia spiritual. 

Adapun sistem pendidikan yang berlaku pada masyarakat suku kajang berdasarkan hasil wawancara mahasiswa dengan narasumber adalah Sikap lembaga adat Ammatoa dengan adanya masyarakat yang menempuh jalur pendidikan formal yaitu menerima (positif). Ammatoa selaku pemangku adat tertinggi memberikan hak sepenuhnya kepada masyarakat yang ingin menyekolahkan anak-anaknya. Aturan adat tidak melarang masyarakat adat Ammatoa untuk mengenyam pendidikan formal, namun mereka harus tetap berpedoman pada Pasang ri Kajang. Pelajar di bagian Kawasan Adat Tanah Toa, kajang  harus menggunakan seragam putih hitam.Untuk SD, SMP dan SMA harus menggunakan pakaian celana hitam bagi laki-laki dan rok hitam bagi perempuan dan Mereka tetap menggunakan sepatu, tetapi sepatu bisa dipakai di area pintu masuk Kawasan Adat Ammatoa Kajang

Untuk sistem mata pencaharian masyarakat suku kajang, Sebagian besar masyarakat adat kajang berprofesi sebagai petani dan pekebun namun pada waktu-waktu tertentu, banyak masyarakat yang merantau keluar Kawasan adat. Beberapa masyarakat bekerja sebagai petani dan kuli bangunan di Kota Makassar dan beberapa daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Aktivitas tersebut dilakukan untuk mengumpulkan uang menafkahi hidup keluarganya dan Sebagian lainnya tetap tinggal dalam Kawasan adat untuk mengelola sumber daya alam yang dimilikinya, berikut penggolongan mata pencaharian masyarakat adat Ammatoa :


	Bercocok tanam/Bertani seperti padi, jagung, buah-buahan
	Beternak seperti ayam, kuda, sapi, kerbau dll
	Menenun : kain hitam untuk dijadikan kain le’leng (baju hitam) tope (sarung hitam), Passapu (kain hitam yang dililit di kepala menjadi topi/songkok yang dikenakan oleh kaum laki-laki
	Berdagang : dari hasil pertanian, beternak dan hasil menenun. Mereka menjualnya di luar Kawasan adat. Khusus untuk hasil panen mereka menjualnya Sebagian dan menyimpannya Sebagian untuk dikomsumsi sehari-hari


Kunjungan ini merupakan bagian dari mata kuliah Antropologi Kesehatan dalam mengintegrasikan teori yang mereka dapatkan dengan pengalaman lapangan, membekali mahasiswa dengan keahlian yang tidak hanya teoritis, tetapi juga praktis dan relevan dengan kehidupan nyata.

Ibu Andi Haryati Hasrib selaku koordinator mata kuliah Antropologi Kesehatan mengatakan bahwa dengan turun langsung ke lapangan melihat dan mempelajari langsung adat istiadat masyarakat suku kajang tentunya menambah ilmu pengetahuan dan juga menjadi pengalaman yang berharga buat mahasiswa, Pengalaman ini tidak hanya memperkaya wawasan mahasiswa tentang etnografi, tetapi juga menambah kepekaan dan apresiasi mereka terhadap keberagaman budaya dan saya melihat antusiasme mahasiswa, berjalan cukup jauh tanpa mengenakan alas kaki di atas jalanan yang bebatuan untuk melihat langsung Kawasan adat. Berdialog terkait nilai-nilai hidup dengan narasumber dan mahasiswa mencatat dengan baik, sekalipun tidak ada dokumentasi karena tidak diperbolehkan di area tertentu, imbuhnya. 

Sementara itu, menurut Bapak Irfan Madamang selaku dosen pengampu mata kuliah mengatakan "dengan berkunjung di Kawasan adat Ammatoa, mahasiswa bisa melihat langsung masyarakat Suku Kajang masih memegang teguh kepercayaan dan budaya nenek moyang seperti tidak memakai alas kaki, tidak menggunakan listrik dan tidak menerima moderenisasi, masih sangat kental akan adat budaya dan hanya di Suku Kajang kita bisa lihat bahwa ada daerah yang belum sama sekali tersentuh oleh teknologi." Ungkapnya 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



 

 

 

 
</description>
					                </item><item>
						                <title>DIES NATALIS UNIVERSITAS ANDI SUDIRMAN YANG KE 2</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/dies-natalis-universitas-andi-sudirman-yang-ke-2</link>
						                <description>Universitas Andi Sudirman (Uniasman) yang terletak di Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, merayakan Dies Natalis yang ke-2 pada Sabtu, 15 Maret 2025. Acara yang berlangsung khidmat ini dimulai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., MM, yang kemudian diserahkan kepada Rektor Universitas Andi Sudirman, Dr. H. Yasin, MH. Pemotongan tumpeng ini menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan dua tahun kampus yang telah memberikan kontribusi besar dalam dunia pendidikan di Kabupaten Bone.



Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Pembina Yayasan Andi Harni, S.ST., MH, perwakilan Danrem 141/Tp, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala BNNK Bone, pimpinan perguruan tinggi lainnya, perbankan, mitra kerja, serta keluarga besar civitas Universitas Andi Sudirman.

Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, menyampaikan harapannya agar Universitas Andi Sudirman terus meningkatkan kualitas pendidikan yang ditawarkan. “Dengan pengalaman saya sebagai anggota DPR RI selama dua periode, saya siap untuk menjalin komunikasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi guna mendukung kemajuan kampus ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa meskipun kini menetap di Bone sebagai Wakil Bupati, komunikasi dengan Komisi Pendidikan di pusat tetap dapat terjalin untuk mendukung program-program pengembangan pendidikan di daerah ini.

Wakil Bupati Bone juga mengapresiasi momen Dies Natalis ini yang juga dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama, memberikan kesan kebersamaan dalam merayakan kemajuan kampus. “Hari ini kita tidak hanya merayakan pertumbuhan dan perkembangan Universitas Andi Sudirman, tetapi juga merayakan semangat kebersamaan dan silaturahmi di bulan suci Ramadan,” ujar Wakil Bupati Bone.

Melalui perayaan ini, ia juga mengungkapkan rasa bangga atas keberadaan Universitas Andi Sudirman di Kabupaten Bone. Kampus ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat, tetapi juga sebagai pilar penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. “Kehadiran universitas ini membuktikan bahwa Kabupaten Bone semakin berkembang dalam bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap agar Universitas Andi Sudirman semakin maju dan dapat mencetak lulusan yang memiliki integritas, profesionalisme, dan mampu bersaing di era globalisasi. Beliau juga menekankan pentingnya pendidikan yang berorientasi masa depan, dengan fokus pada riset dan inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bone juga menyampaikan pesan tentang visi besar pembangunan Kabupaten Bone yang “Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan”. Universitas Andi Sudirman, sebagai bagian dari pembangunan daerah, diharapkan mampu melahirkan generasi yang mandiri dalam berinovasi, berpikir, dan berkarya. Pendidikan yang berbasis keadilan akan memberikan kesempatan bagi semua kalangan untuk mengakses pendidikan tinggi, sementara berkelanjutan berarti pendidikan yang tidak hanya mendukung pembangunan jangka pendek tetapi juga masa depan.

Pembina Yayasan Kampus Universitas Andi Sudirman, Andi Harni, S.ST., M.H, mengungkapkan dua tahun perjalanan, dua tahun penuh dedikasi! Universitas Andi Sudirman terus melangkah maju dengan semangat inovasi dan transformasi. Sebagai kampus dengan akreditasi Baik Sekali pertama, termuda, dan tercepat di Kabupaten Bone, universitas ini telah membuktikan diri sebagai pusat pendidikan unggul yang berkomitmen mencetak generasi emas di era digital.

Kebanggaannya atas capaian luar biasa yang telah diraih dalam waktu singkat. “Dua tahun ini adalah perjalanan yang luar biasa. Kami terus berusaha menghadirkan inovasi dan transformasi dalam dunia pendidikan. Dengan mengusung tema ‘Inovasi Tanpa Batas, Universitas Andi Sudirman Menuju Era Digital’, kami ingin menekankan pentingnya kreativitas, adaptasi, dan kolaborasi dalam menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sejak awal berdirinya, Universitas Andi Sudirman telah menunjukkan komitmennya dalam memberikan pendidikan berkualitas. Kurikulum yang disusun berbasis teknologi dan kebutuhan industri telah menjadikan universitas ini sebagai pilihan utama bagi calon mahasiswa yang ingin berkembang di dunia digital. Tak hanya itu, kolaborasi dengan berbagai institusi dan dunia usaha juga semakin memperkuat posisi Universitas Andi Sudirman sebagai kampus inovatif.

Selain akademik, universitas ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan penelitian yang berkontribusi langsung kepada masyarakat. Dengan fasilitas modern dan tenaga pengajar yang kompeten, Universitas Andi Sudirman terus berupaya mencetak lulusan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Momentum peringatan dua tahun ini menjadi pengingat bahwa perjalanan masih panjang. Namun, dengan semangat kebersamaan, inovasi, dan kerja keras, Universitas Andi Sudirman optimis dapat terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Bone. “Semoga seluruh civitas akademika Universitas Andi Sudirman semakin jaya, terus berkembang, dan selalu menjadi kebanggaan masyarakat! Maju bersama, berkarya tanpa batas!” pungkas Andi Harni.

Dengan pencapaian yang telah diraih, Universitas Andi Sudirman semakin mantap melangkah ke depan. Sebuah institusi yang tidak hanya mencetak lulusan berdaya saing, tetapi juga menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar dalam dunia pendidikan.

Acara yang penuh kebersamaan ini diakhiri dengan buka puasa bersama, yang semakin menguatkan semangat kebersamaan di antara seluruh civitas akademika Universitas Andi Sudirman dan para tamu undangan.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Akreditasi Program Studi D3 Kebidanan</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/akreditasi-program-studi-d3-kebidanan</link>
						                <description>Surat Keputusan tentang Status, Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi D3 Kebidanan Universitas Andi Sudirman oleh LAM-PTKes dengan Nomor : 0190 / LAM-PTKes / Akr / Dip / II / 2025, tanggal 28 Februari 2025. Memutuskan Surat Keputusan tentang Status, Nilai dan Peringkat Akreditasi Program Studi D3 Kebidanan Universitas Andi Sudirman dengan status TERAKREDITASI BAIK SEKALI.

Keberhasilan ini melengkapi deretan prestasi akreditasi program studi di Universitas Andi Sudirman. Sebelumnya, Prodi Ilmu Hukum dan D3 Keperawatan juga telah meraih akreditasi Baik Sekali. Dalam waktu dekat, beberapa program studi lain dijadwalkan untuk menjalani proses visitasi akreditasi. Universitas Andi Sudirman menargetkan seluruh program studinya dapat mencapai akreditasi “Baik Sekali”, bahkan jika memungkinkan meraih status “Unggul”.

Proses akreditasi ini tidaklah mudah. Universitas Andi Sudirman harus menjalani visitasi akreditasi yang ketat oleh Tim Asesor LAM-PTKes. Salah satu asesor yang melakukan visitasi adalah Triani Yuliastanti, S.Si.T., M.Kes. Evaluasi menyeluruh terhadap standar mutu pendidikan, sarana prasarana, tenaga pengajar, serta kurikulum menjadi bagian dari proses yang harus dilewati untuk mendapatkan hasil terbaik.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Universitas Andi Sudirman, tetapi juga bagi masyarakat Bone dan sekitarnya. Dengan kualitas pendidikan yang semakin meningkat, Universitas Andi Sudirman semakin mengukuhkan dirinya sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi yang unggul dan terpercaya di wilayah tersebut.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Bank Indonesia (BI) Mengajar</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/bank-indonesia-bi-mengajar</link>
						                <description>Jumat, 14 februari 2025
Kampus Universitas Andi  Sudirman Bone mengadakan kegiatan yakni Bank Indonesia Mengajar dengan tema " Keamanan dan Otentikasi pada Transaksi Qris " dimana kegiatan ini dihadiri oleh 200 peserta dari 7 program studi yg hadir termasuk civitas akademika Universitas Andi Sudirman. Dalam kegiatan ini terdapat 2 materi yg disampaikan yakni materi pertama dengan judul Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah dan materi kedua dengan judul Digitalisasi Sistem Pembayaran Indonesia. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Direktur Bank Indonesia cabang Sul-Sel.

Mahasiswa cukup antusias dalam kegiatan ini, Karena mahasiswa bisa mengetahui ciri-ciri uang asli rupiah dan bisa mengetahui cara penggunaan Qris dengan baik tapi yang paling ditunggu-tunggu mahasiswa adalah doorprize dari bank Indonesia untuk 10 mahasiswa yang aktiv dalam kegiatan ini dan 1 hadiah utama yakni tablet. 

Ketua panitia dalam hal ini ibu Andi Haryati Hasrib,S.Kep,Ns,MM berterimah kasih kepada Bank Indonesia yang telah meluangkan waktunya memberikan informasi kepada mahasiswa sehingga mahasiswa bisa mendapatkan ilmu tentang keaslian uang rupiah dan kehati-hatian dalam menggunakan Qris sehubungan dengan maraknya aksi penipuan online saat ini. "Harapan kami tentunya, Bank Indonesia tidak bosan-bosan berkunjung di kampus kami memberikan edukasi kepada mahasiswa dalam bidang moneter, sistem pembayaran dan stabilitas sistem keuangan, imbuhnya
</description>
					                </item><item>
						                <title>Menginspirasi, Andi Asman Sulaiman Berikan Kuliah Umum dan Bantuan Sub SPP kepada Mahasiswa Yatim Pi</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/menginspirasi-andi-asman-sulaiman-berikan-kuliah-umum-dan-bantuan-sub-spp-kepada-mahasiswa-yatim-pi</link>
						                <description>Ibu Ketua Pembina Yayasan Andi Sudirman Andi Harni, Sst, Rektor Uniasman Dr. Hm. Yasin, Mh Berpose Dengan Kadis Tanaman Pangan Holtikultura Dan Perkebunan Kabupaten Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.sos., Mm Seusai Membawakan Kuliah Umum

Pada hari yang cerah di Kampus Universitas Andi Sudirman, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, memberikan kuliah umum yang inspiratif kepada para mahasiswa Jumat, 07 Juni 2024. Mengusung tema “Kondisi Sektor Pertanian di Kabupaten Bone,” H. Andi Asman Sulaiman berbicara mengenai berbagai peluang dan tantangan di sektor pertanian serta mendorong generasi milenial untuk tidak takut bertani.

Dikenal sebagai sosok dermawan, H. Andi Asman Sulaiman juga menunjukkan kepeduliannya terhadap mahasiswa yatim piatu dengan memberikan bantuan Sub SPP. Bantuan ini juga diberikan kepada mahasiswa pemberani yang berani bertanya selama sesi kuliah umum. Aksi ini bukan hanya memberikan dukungan finansial tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk aktif berpartisipasi dan berani mengutarakan pendapat mereka.

Dalam kuliah umumnya, H. Andi Asman Sulaiman mengungkapkan bahwa sektor pertanian kini sangat menjanjikan untuk kesejahteraan masyarakat. Dia menekankan bahwa dengan pengelolaan yang baik, pertanian dapat menjadi sumber penghasilan yang stabil dan menguntungkan. Beliau mengajak para generasi muda untuk mengubah stigma negatif tentang bertani dan melihatnya sebagai peluang untuk membangun masa depan yang lebih baik.

Dia juga mengungkapkan bahwa Pada sub sektor tanaman pangan, produksi rata-rata yang dihasilkan di Kabupaten Bone sangat menggembirakan. Berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh penyuluh pertanian, diperoleh rata-rata produktivitas mencapai 8.5 ton per hektar dengan varietas unggulan seperti Ciherang dan Mekongga. Ini menunjukkan bahwa pertanian di Kabupaten Bone memiliki potensi besar untuk terus berkembang dan memberikan hasil yang optimal.

Komoditas jagung juga menjadi salah satu andalan Kabupaten Bone dalam mendongkrak perekonomian daerah. Dengan luas potensi lahan sekitar 60.000 hektar dan produksi rata-rata 550.000 ton per tahun, jagung diharapkan dapat membuka peluang ekspor yang signifikan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi para petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Untuk sektor hortikultura, Kabupaten Bone telah mengembangkan berbagai komoditas unggulan seperti cabai dan bawang merah. Pada tahun 2022, pengembangan bawang merah mencapai luas 300 hektar dengan produksi 2.590 ton, sementara untuk cabai dikembangkan seluas 367 hektar dengan produksi 1.356 ton. Selain itu, petani di Desa Manciri, Kecamatan Ajangale, mulai membudidayakan tanaman kol untuk dataran rendah sejak awal tahun 2020.

Di sub sektor perkebunan, khususnya untuk komoditas kakao, terdapat tantangan yang perlu diatasi. Luas areal penanaman kakao mengalami penurunan signifikan dari sekitar 30.000 hektar menjadi hanya 15.020 hektar yang masih berproduksi. Hal ini disebabkan oleh tanaman yang sudah tua, serangan hama, dan alih fungsi lahan ke tanaman jagung yang lebih menguntungkan. Oleh karena itu, diperlukan peremajaan tanaman kakao dengan penyediaan bibit yang berkualitas.

Kuliah umum yang dibawakan oleh H. Andi Asman Sulaiman memberikan wawasan yang mendalam tentang kondisi sektor pertanian di Kabupaten Bone. Dengan semangat dan dedikasi, beliau mendorong generasi muda untuk berani terjun ke dunia pertanian dan melihatnya sebagai peluang yang menjanjikan. Dukungan dan inspirasi yang diberikan tidak hanya memotivasi para mahasiswa tetapi juga membuka wawasan mereka tentang potensi besar yang dimiliki sektor pertanian di daerah mereka.
</description>
					                </item><item>
						                <title>Kadis TPHP Bone Dukung Prodi Agroteknologi Uniasman dengan Program Inovatif</title>
						                <link>https://uniasman.ac.id/berita/detail/kadis-tphp-bone-dukung-prodi-agroteknologi-uniasman-dengan-program-inovatif</link>
						                <description>Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, bersama dengan para kepala bidang, kepala seksi, Kepala UPT, dan penyuluh, menyambangi Kampus Universitas Andi Sudirman (Uniasman) pada Senin, 3 Juni 2024. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Ibu Ketua Pembina Yayasan Andi Sudirman, Andi Harni, SST; Rektor Uniasman, Dr. H. M. Yasin, MH; Dekan Fakultas Politik & Hukum, Dr. Asia A Pananrangi, MH; Wakil Rektor, Ns Dewi Mulfitanti, S.Kep., M.Kep; serta Kaprodi Agroteknologi, A. Dwie Mochammad Abduh T, S.P., M.P.

Pertemuan yang berlangsung di Aula Gedung Serba Guna Uniasman ini bertujuan untuk membangun nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) dalam rangka implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pertanian.

Dalam sambutannya, Rektor Uniasman, Dr. H. M. Yasin, MH menekankan pentingnya kolaborasi ini. “Universitas Andi Sudirman memiliki salah satu program studi di bidang pertanian, yaitu Prodi Agroteknologi. Prodi ini masih terbilang baru dan dibuka sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Bone. Untuk mewujudkan hal itu, Uniasman tak bisa berjalan sendiri, melainkan perlu ditopang oleh pihak-pihak terkait, terutama pemerintah Kabupaten Bone dalam hal ini Dinas TPHP Bone,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapannya agar Dinas TPHP Bone dapat memberikan pembinaan terhadap Uniasman. “Apalagi saat ini, sudah ada areal lahan yang disiapkan oleh pihak universitas sebagai tempat praktek mahasiswa di bidang agroteknologi. Melalui pertemuan ini, kita menginginkan adanya MoU dan MoA dengan Dinas TPHP yang ditindaklanjuti dengan kuliah umum nantinya, sekaligus harapannya ada bantuan berupa bibit maupun sarana dan prasarana pertanian ke depannya,” katanya.

Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor pertanian di Kabupaten Bone, sehingga dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi perkembangan pertanian lokal serta meningkatkan kualitas pendidikan di Uniasman.

Kepala Dinas TPHP Bone, H. Andi Asman Sulaiman, menyambut baik harapan dan kehadiran kampus Uniasman di Kabupaten Bone. Andi Asman mengungkapkan rasa bahagianya yang mendalam terhadap keberadaan kampus ini.

“Kehadiran Universitas Andi Sudirman di Kabupaten Bone serasa bersaudara dan menjadi bagian dalam diri saya,” ujarnya dengan penuh semangat. Pernyataan ini bukanlah tanpa alasan, karena nama kampus Universitas Andi Sudirman memiliki kesamaan dengan nama adiknya, mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Selain itu, singkatan nama kampus Uniasman juga mengambil bagian dari namanya sendiri, Asman. “Jadi kehadiran saya di kampus ini serasa menjadi bagian dari Uniasman. Maka dari itu, apa yang menjadi keinginan dari Uniasman dapat kita wujudkan ke depannya,” tambahnya.

Andi Asman mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, banyak program Kementerian Pertanian yang telah disalurkan di Kabupaten Bone. Program-program ini meliputi Pertanian Modern, Optimalisasi Sawah Lahan Rawa, Program Yess, dan berbagai program lainnya. “Bahkan jika mahasiswa ingin belajar pengembangan pertanian secara langsung, setiap desa itu kita bentuk Posludes. Bahkan saat ini di Kecamatan Barebbo, tepatnya di Desa Lampoko, ada rumah rujukan ‘Rumah Layar Hatiku’, salah satu inovasi di bidang pertanian yang telah mendapat pengakuan dari pemerintah pusat melalui penghargaan nasional yang kami terima,” jelasnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal bagi Dinas TPHP untuk membangun Memorandum of Understanding (MoU) dengan Uniasman. Namun, Andi Asman menekankan bahwa kegiatan ini jangan hanya sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus ada tindak lanjut yang konkret. “Langkah awal kami siap bantu program Pangan Lestari (P2L). Jika memang memungkinkan, kita bisa juga berikan bantuan traktor, jika memang persyaratannya memenuhi,” ujarnya.

Menurut Andi Asman, perhatian terhadap sektor pertanian sangat penting, terutama untuk mempersiapkan mahasiswa pasca-lulus agar bisa terjun langsung ke dunia pertanian. “Pemuda milenial harus terjun langsung ke pertanian. Kita mau hilangkan mindset bahwa petani itu pekerjaan kotor. Padahal saat sekarang ini, pertanian di Bone adalah leading sektor terbesar yang meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah,” katanya.

ebagai bukti nyata, Kabupaten Bone adalah produsen beras terbesar keempat secara nasional. Ini menunjukkan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat vital dalam perekonomian daerah. Dengan sinergi antara Dinas TPHP Bone dan Uniasman, diharapkan potensi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Dengan semangat yang tinggi dan kolaborasi yang erat, Andi Asman Sulaiman yakin bahwa harapan Uniasman dapat diwujudkan, membawa pertanian Bone menuju masa depan yang lebih cerah.

ementara itu, Ibu Ketua Pembina Yayasan Andi Sudirman, Andi Harni, SST, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan support dari Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman.

“Dukungan dari Pak Kadis TPHP sangat berarti bagi kami. Kami berharap kerja sama ini bisa segera diperkuat dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan diimplementasikan secara nyata di lapangan. Apa yang menjadi keinginan perguruan tinggi sangat sejalan dengan pemikiran Kadis TPHP Bone,” ungkap Andi Harni.

Prodi Agroteknologi Uniasman telah lama berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian di bidang agroteknologi. Dengan dukungan dari H. Andi Asman Sulaiman, diharapkan berbagai program dan inisiatif yang telah direncanakan dapat berjalan lebih lancar dan memberikan manfaat yang signifikan bagi para mahasiswa serta masyarakat luas.

“Kami melihat potensi besar dalam kolaborasi ini. Dukungan dari dinas TPHP sangat krusial untuk mencapai tujuan-tujuan kami, terutama dalam bidang penelitian dan pengembangan teknologi pertanian yang lebih inovatif dan berkelanjutan,” tambah Andi Harni. 

Dalam rangka pengembangan Program Studi Agroteknologi pada Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas Andi Sudirman, Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM menyerahkan bantuan berupa satu unit hand traktor, satu unit mesin pompa air, dan bibit pertanian sebagai sarana dan prasarana praktek mahasiswa. Bantuan Alsintan dan bibit pertanian tersebut diserahkan secara langsung oleh H. Andi Asman Sulaiman kepada Ketua Pembina Yayasan Andi Sudirman Andi Harni, SST, bersama dengan Rektor Universitas Andi Sudirman Dr. HM. Yasin, MH, dan disaksikan oleh seluruh jajaran Civitas Akademik Universitas Andi Sudirman serta Dinas TPHP Bone pada Jumat, 07 Juni 2024.

Ibu Ketua Yayasan Andi Sudirman Andi Harni, SST, mengungkapkan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas TPHP Bone yang sangat peduli terhadap pengembangan Program Studi Agroteknologi yang baru saja dibuka oleh Universitas Andi Sudirman. “Kepedulian beliau terhadap dunia pendidikan sangat tidak diragukan lagi. Baru saja kita melakukan penandatanganan MoU, bantuan sudah diberikan kepada Uniasman. Tak tanggung-tanggung, bantuan yang diberikan benar-benar bersentuhan langsung dengan prodi Agroteknologi, mulai dari bantuan hand traktor yang dapat digunakan untuk mengolah lahan praktek mahasiswa, mesin pompa air, serta bibit pohon dan benih,” ujar Andi Harni.

Ia juga menambahkan bahwa bantuan ini akan memberikan motivasi dan semangat bagi Universitas Andi Sudirman untuk terus mengembangkan Program Studi Agroteknologi dalam rangka pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang pertanian. “Kita berharap bantuan seperti ini terus mengalir ke Universitas Andi Sudirman, sehingga mahasiswa yang memilih prodi Agroteknologi terus mengalami kemajuan dan peningkatan, apalagi dengan sarana alsintan yang dapat digunakan untuk praktek langsung di lapangan,” tambahnya.

Tidak hanya memberikan bantuan fisik, Dinas TPHP Bone juga siap melakukan pendampingan kepada mahasiswa dalam bidang pertanian, sehingga mereka mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli di bidangnya. Hal ini tentunya akan memperkaya pengalaman dan pengetahuan mahasiswa dalam praktik pertanian yang sesungguhnya.

Kerjasama ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lainnya untuk turut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan, khususnya di bidang pertanian, yang memiliki peranan penting dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dukungan dari Dinas TPHP Bone ini diharapkan dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi kemajuan Universitas Andi Sudirman dan kesejahteraan masyarakat Bone pada umumnya.

Rektor Universitas Andi Sudirman, Dr. H. M. Yasin, MH, menekankan bahwa MoU ini bukan sekadar seremoni belaka, tetapi menjadi awal dari kolaborasi nyata yang akan memberi dampak positif bagi sektor pertanian di Bone.

Rektor Uniasman menyampaikan bahwa kerja sama ini langsung dibuktikan dengan kehadiran bantuan sarana dan prasarana pertanian. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan bibit pertanian yang diberikan akan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Program Studi Agroteknologi untuk mengembangkan kapasitas mahasiswanya.

Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam praktik di lapangan, mengaplikasikan teori yang telah dipelajari, serta mengembangkan inovasi-inovasi baru di bidang pertanian. Dengan demikian, lulusan Prodi Agroteknologi Uniasman tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga keterampilan praktis yang mumpuni.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyediaan sarana dan prasarana, tetapi juga mencakup berbagai aspek lain seperti penelitian bersama, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui sinergi ini, diharapkan akan tercipta solusi-solusi inovatif untuk permasalahan pertanian yang dihadapi oleh masyarakat Bone.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, mengumumkan dukungan besar terhadap pengembangan program studi Agroteknologi di Universitas Andi Sudirman (Uniasman). Andi Asman mengungkapkan bahwa bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintas), bibit pohon, dan benih tanaman telah disiapkan untuk mendukung kegiatan akademik dan praktik mahasiswa.

“Harapan kami dengan adanya bantuan ini, Uniasman, khususnya program studi Agroteknologi, dapat bergerak cepat dalam mengembangkan sektor pertanian di lingkungan kampus. Selama ini, mahasiswa sering kali kesulitan melakukan praktik karena keterbatasan sarana dan prasarana pertanian. Oleh karena itu, sebagai salah satu bentuk dukungan kami setelah penandatanganan MoU, kami memberikan sarana dan prasarana pertanian yang dapat digunakan di lahan praktik,” jelas Andi Asman.

Ia menambahkan bahwa bantuan tersebut diharapkan dapat segera digunakan oleh mahasiswa Uniasman untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka di bidang pertanian. Tidak hanya itu, Dinas TPHP juga siap untuk memberikan pendampingan kepada mahasiswa. “Kami punya penyuluh dan berbagai bidang di Dinas TPHP yang siap berbagi pengetahuan dengan mahasiswa di bidang pertanian. Kami bahkan siap diundang untuk melakukan pendampingan langsung kepada mereka,” ujarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung pendidikan tinggi, khususnya di bidang pertanian. Melalui sinergi antara pemerintah dan institusi pendidikan, diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di sektor pertanian.
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>