Universitas Andi Sudirman Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kab. Bone & Unicef, Selenggarakan Workshop Nasional Edukasi Pencegahan Berbasis Gender (KBG) Serta Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak di Ranah Daring (OCSEA) Untuk Guru dan Dosen
Bone, Sulsel. Radar Kampus” Universitas Andi Sudirman & Diknas Kab. Bone serta UNICEF mengadakan kegiatan Workshop Nasional Edukasi Pencegahan Berbasis Gender (KBG) serta Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak di Ranah Daring (OCSEA) untuk Guru dan Dosen di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD,TK,SD dan SMP & Universitas Se Kab. Bone, pada Jumat (Auditorium Uniasman. 26-27/08/2023).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan Anak Usia Dini. PAUD,TK,SD dan SMP & Universitas Se Kab. Bone,; mendorong gerakan pecegahan kekerasan terhadap anak di Satuan PAUD, rumah dan di manapun anak berada; serta meningkatkan kesadaran peran penting Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Anak Usia Dini. PAUD,TK,SD dan SMP & Universitas Se Kab. Bone, dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bone dalam sambutannya mengatakan Indonesia saat ini tengah bersiap menyambut abad baru yang gemilang menuju Generasi Indonesia Emas 2045 dan menurut Sekretaris Dinas Pendidikan Kab. Bone Drs. Nursalam, M.Pd., tantangan besar dalam dunia pendidikan saat ini adalah maraknya kasus kekerasan terhadap anak di satuan pendidikan. Dampak dari kekerasan selain menghambat terwujudnya lingkungan belajar yang baik, juga memberikan trauma yang bahkan dapat bertahan seumur hidup terhadap seorang anak.
Berdasarkan data dari SIMFONI PPA pada tahun 2022 menunjukkan bahwa sebanyak 1.337 dari 17.642 anak korban kekerasan mendapatkan tindakan kekerasan di sekolah dan terdapat 649 pelaku merupakan guru. Hal tersebut perlu menjadi perhatian, mengingat satuan pendidikan perlu menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi siswa- siswinya dari kekerasan sesuai yang telah diamanatkan dalam Permendikbud Nomor 82 tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
Data dari Federasi Serikat Guru Indonesia, sepanjang 2022 tercatat 117 pelajar yang menjadi korban kekerasan seksual oleh tenaga pendidik yang terjadi di berbagai jenjang pendidikan, dengan rincian 16 anak laki-laki dan 101 anak perempuan. Berdasarkan data tersebut, sejumlah 17 kasus dilakukan proses hukum.
“Selain itu, kita juga sering melihat berita di media terkait kekerasan berbasis online seperti cyberbullying dan kekerasan seksual berbasis online. Pada tahun 2021, KPAI melaporkan bahwa 364 dari 2.971 kasus pengaduan yang diterima merupakan anak korban pornografi dan cybercrime.”
Ketua Panitia Pelaksana DR. Asia Pananrangi, SH.,MH didampingi oleh Aliyas, SE. ditemui disela sela kesibukanya mengunkapkan Program Edukasi Pencegahan Berbasis Gender (KBG) serta Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak di Ranah Daring (OCSEA) tidak berdiri sendiri, melainkan bisa diintegrasikan berbagai program layanan anak yang telaha da seperti Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang lebih fokus pada layanan kesehatan dasar dan gizi; Bina Keluarga Balita yang lebih fokus pada dukungan keluarga; serta Taman Pendidikan Al-Qur’an, Sekolah Minggu, dan Bina Iman Anak yang lebih fokus pada pendidikan agama.
Diakhir bincang bincang, Aliyas, SE. mengapresiasi dukungan berbagai pihak, baik di lingkungan Kampus dan segenap jajaran Guru dan Dosen yang turut bergerak bersama dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.“Mari sekali lagi mengingat tujuan kita, yaitu mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari segala bentuk kekerasan. Mari kita menguatkan sinergi dan kolaborasi untuk terus bergerak serentak mewujudkan Gerakan memberikan Edukasi Pencegahan Berbasis Gender (KBG) serta Eksploitasi dan Kekerasan Seksual Anak di Ranah Daring (OCSEA) untuk Guru dan Dosen di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD,TK,SD dan SMP & Universitas Se Kab. Bone,” tutup Aliyas
Kegiatan yang berlangsung secara luring ini dihadiri oleh 350 orang, dalam sesi sharing session, peserta diberikan materi tentang peran Guru dan Dosen dalam pencegahan kekerasan kepada anak di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD,TK,SD dan SMP & Universitas Se Kab. Bone oleh oleh pemateri dari UNICEF Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan oleh KPAI Kab. Bone serta pemateri perwakilan Universitas oleh Rektor Uniasman. DR. H. M. Yasin, SH.,MH. mengenai peran orang tua dan guru dalam mencegah kekerasan kepada anak di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini. PAUD,TK,SD dan SMP & Universitas Se Kab. Bone. (*)

Universitas Andi Sudirman merupakan lembaga pendidikan yang berada di Kabupaten Bone dengan membuka beberapa program studi dan telah meluluskan ribuan mahasiswa yang telah mendedikasikan dirinya diberbagai Instansi baik Negeri maupun Swasta, dan telah Berubah menjadi Universitas Andi Sudirman yang beralamat di jalan Jl. Yos Sudarso. Poros Bone Bajoe, Sulawesi Selatan Indonesia.